Hari Santri Nasional 2026 di Cisarua, Heri Risnandar Ajak Pesantren Kuasai Teknologi
- account_circle Deni A. H
- calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Spotlight News Indonesia- Camat Cisarua, Kabupaten Bogor, Heri Risnandar, mendorong pondok pesantren untuk terus berinovasi dengan mengembangkan teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama serta akhlak mulia. Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.
Pesan tersebut disampaikan Heri saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Kamis (22/10/2026).
Upacara yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” itu diikuti para santri dari sejumlah pondok pesantren dan dihadiri para kepala desa se-Kecamatan Cisarua serta pimpinan pesantren.
Dalam amanatnya, Heri menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan bagi kalangan santri dan kiai, melainkan momentum untuk mengenang kontribusi besar kaum santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Ia menjelaskan, santri dengan bimbingan para kiai turut menggerakkan berbagai elemen masyarakat dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Santri pada masa perjuangan, yang dimotivasi dan dibimbing oleh para kiai, menjadi pelopor dan menginisiasi seluruh elemen bangsa dalam memperjuangkan Republik Indonesia,” ujar Heri.
Menurutnya, semangat perjuangan tersebut perlu diteruskan melalui peningkatan kualitas pendidikan pesantren agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Heri berharap pesantren tidak hanya berkembang dalam bidang pendidikan agama dan dakwah, tetapi juga mengambil peran dalam penguasaan teknologi serta pengembangan ilmu pengetahuan.
Dengan penguatan berbagai bidang tersebut, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki wawasan luas, keterampilan, daya saing, serta karakter dan akhlak yang kuat.
Heri juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam memperkuat peran pondok pesantren. Menurutnya, dukungan melalui kebijakan, regulasi, dan penganggaran diperlukan agar pesantren memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.
Ia berharap penguatan kelembagaan pesantren di tingkat pusat dapat berdampak pada peningkatan fasilitasi dan dukungan terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan tersebut.
“Harapannya, dari sisi fasilitasi, anggaran, dan regulasi terhadap pondok pesantren akan lebih optimal, sehingga pesantren bisa lebih berkembang dan maju dari sisi teknologi, dakwah, dan agama,” katanya.
Ia menambahkan, pendidikan pesantren memiliki kontribusi penting dalam membangun karakter generasi muda. Perpaduan antara ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, dan pendidikan moral menjadi modal untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Sementara itu, pimpinan Dewan Pondok Pesantren Darul Huda Cilember, Ade Ishaq, berharap peringatan Hari Santri Nasional menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperluas kontribusi di tengah masyarakat.
Ia menilai sinergi antara pesantren, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk mendukung kemajuan pendidikan serta mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
“Semoga santri semakin maju ke depan, tetap bersinergi dengan seluruh kalangan, serta mampu memajukan generasi muda di pondok pesantren untuk menuju generasi emas,” ungkap Ade.
Menurutnya, semangat Hari Santri perlu diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keterlibatan aktif santri dalam berbagai bidang pembangunan.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Cisarua juga dimeriahkan atraksi seni bela diri pencak silat yang dibina Ibnu Sabil, pendidik asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang membimbing kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di MA Thursina YBM PLN, Joglo.
Ibnu mengatakan, pencak silat menjadi salah satu sarana pembinaan karakter santri, terutama dalam menanamkan kedisiplinan, membangun mental, serta melatih ketahanan fisik.
Menurutnya, santri perlu mengembangkan potensi diri secara menyeluruh. Selain memperdalam ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an, mereka juga dapat mengasah keterampilan melalui kegiatan positif, termasuk seni bela diri.
Ia menilai semangat perjuangan santri yang tercatat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia harus terus diwariskan kepada generasi muda melalui pembentukan karakter dan pengembangan kemampuan.
“Santri ikut berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, seni bela diri di pondok pesantren juga sangat penting dan semoga menjadi penguat generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman saat ini,” kata Ibnu.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Cisarua diharapkan menjadi momentum memperkuat peran pesantren dalam bidang pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembentukan karakter.
- Penulis: Deni A. H

Saat ini belum ada komentar