Hari Santri Nasional 2026, KNPI Cisarua Dorong Santri Berperan Aktif Wujudkan Indonesia Emas
- account_circle Deni A. H
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Spotlight News Indonesia- Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum bagi kalangan santri untuk memperluas kontribusi di tengah masyarakat. Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cisarua, Kabupaten Bogor, M. Fikri Hidayatullah, mengajak santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kemajuan bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Fikri dalam menyambut Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. Tahun ini, peringatan Hari Santri mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kamis, 22 Oktober 2026.
Menurut Fikri, tantangan generasi muda saat ini menuntut santri untuk mampu mengembangkan potensi diri dan mengambil peran di berbagai sektor kehidupan. Santri dinilai memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, kepemimpinan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan di pesantren tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu, tetapi juga dari kemampuan mengamalkan pengetahuan tersebut untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Santri bukan hanya mengaji, duduk bersila, dan berpangku diri. Namun, santri harus bisa memberikan dampak nyata bagi kemajuan negeri dengan berbagai macam cara,” ujar Fikri.
Fikri menilai, keterlibatan santri dalam menjawab persoalan masyarakat menjadi salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan sekaligus kontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Karena itu, ia mendorong para santri untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, serta tidak ragu mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Selain mendorong kontribusi nyata, Fikri mengingatkan pentingnya meneladani perjuangan para tokoh bangsa yang telah meletakkan dasar bagi kemajuan Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menyinggung sosok KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang dikenal melalui kiprahnya dalam mengembangkan pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial.
Menurutnya, semangat pembaruan yang ditunjukkan para tokoh tersebut dapat menjadi inspirasi bagi santri untuk terus berkembang tanpa meninggalkan nilai agama dan akhlak.
Fikri juga menepis anggapan bahwa kehidupan pesantren membuat santri tertinggal dari perkembangan zaman. Sebaliknya, santri memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari generasi yang mampu memadukan pengetahuan agama, keterampilan, dan kepedulian sosial.
“Santri itu bukan ketinggalan zaman. Justru santri yang hebat adalah santri yang mampu mengamalkan ilmunya demi kemajuan bangsa dan negara kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fikri berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 dapat memperkuat semangat generasi muda untuk membangun karakter, meningkatkan kapasitas diri, dan mengambil peran dalam pembangunan di daerah maupun tingkat nasional.
Ia berpandangan, cita-cita Indonesia Emas membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi akhlak, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam konteks tersebut, santri dan pemuda memiliki peluang untuk saling melengkapi melalui kolaborasi dalam kegiatan pendidikan, sosial, kewirausahaan, serta berbagai gerakan pemberdayaan masyarakat.
Fikri berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada peringatan tahunan, melainkan diwujudkan melalui tindakan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan bekal ilmu, karakter, serta semangat pengabdian, santri diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan positif sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkarakter menuju Indonesia Emas.
- Penulis: Deni A. H

Saat ini belum ada komentar