Breaking News
light_mode
Beranda » Sosial » Kronologi Lengkap: Macan Tutul Berkeliaran di Tengah Permukiman Gunung Mas

Kronologi Lengkap: Macan Tutul Berkeliaran di Tengah Permukiman Gunung Mas

  • account_circle Arka Pradipta
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BOGOR, Spotlight News Indonesia — Warga Kampung Gunung Mas RT 02/02, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan kemunculan seekor macan tutul yang masuk ke area permukiman. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, (2/4/2026), sekitar pukul 21.25 WIB.

Kejadian bermula saat pemilik rumah, Sdr. Hadi, mendengar suara keras mencurigakan dari arah dapur rumahnya. Setelah diperiksa, diketahui bagian asbes dapur telah pecah dan seekor macan diduga terperosok saat mengejar ayam peliharaan.

Macan tersebut sempat kaget dan langsung melarikan diri. Menyadari adanya ancaman, Hadi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat. Warga bersama pengurus lingkungan kemudian melakukan ronda malam untuk memastikan keamanan wilayah.

Laporan juga diteruskan kepada Kepala Dusun 1 wilayah Gunung Mas, Sumarna Sulaeman. Keesokan harinya, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, dilakukan pengecekan ke lokasi dan ditemukan jejak macan di sekitar kandang ayam milik warga.

“Setelah kami cek, memang benar ada bekas jejak macan di kandang ayam warga,” ujar Sumarna Sulaeman, Kepala Dusun 1.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak dusun menginstruksikan pemasangan jerat atau jebakan di sekitar kandang ayam, mengantisipasi kemungkinan satwa tersebut kembali turun pada malam hari.

Benar saja, pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB, terdengar suara auman macan dari sekitar lokasi. Karena khawatir, pemilik rumah tidak berani mendekat dan memilih menunggu hingga pagi hari.

Saat dilakukan pengecekan keesokan harinya, warga menemukan seekor macan telah terjerat di sekitar kandang ayam. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Dusun dan pihak terkait.

Setelah dipastikan, satwa tersebut merupakan seekor macan tutul. Pihak dusun kemudian menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola Agrowisata/PTPN Gunung Mas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Desa Tugu Selatan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak Taman Safari Indonesia (TSI).

Tim gabungan dari BKSDA bersama dokter hewan dan paramedik akhirnya tiba di lokasi. Proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dengan menggunakan tembakan bius terhadap macan tutul tersebut.

Setelah satwa tersebut berhasil dilumpuhkan, macan kemudian dievakuasi ke penangkaran untuk dilakukan observasi dan pemantauan intensif oleh tim medis.

“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Saat ini kondisi macan tutul dalam keadaan stabil dan sedang dalam pengawasan tim medis,” ujar petugas di lokasi.

Tahapan selanjutnya, akan dilakukan koordinasi lanjutan bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.

Kepala Dusun 1 Gunung Mas, Sumarna Sulaeman, menegaskan komitmen warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami warga Gunung Mas berkomitmen menjaga keanekaragaman hayati di kawasan hutan Gunung Mas dan terus memberikan informasi terkait keberadaan satwa liar. Kami juga sudah menerapkan larangan berburu di wilayah ini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses evakuasi berjalan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pawang hewan dari Taman Safari Indonesia.

Sementara itu, Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Widiana, menyampaikan bahwa kemunculan macan tutul tersebut diduga berasal dari kawasan hutan di sekitar Gunung Mas.

“Diperkirakan macan tutul itu turun dari hutan di sekitar kawasan Gunung Mas,” ujar Eko kepada wartawan.

“Macan tutul sempat menggegerkan warga karena turun hingga ke permukiman. Saat ini satwa tersebut sudah dibawa ke Taman Safari Indonesia untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

  • Penulis: Arka Pradipta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump Umumkan Penghentian Serangan ke Teheran, Tanda Perang AS-Iran Berakhir?

    Trump Umumkan Penghentian Serangan ke Teheran, Tanda Perang AS-Iran Berakhir?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tedy Indrajaya
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta, Spotlight News Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penundaan serangan militer terhadap Iran selama lima hari, menyusul klaim adanya pembicaraan “sangat baik” antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga minggu di Timur Tengah. Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut kedua negara telah melakukan “percakapan produktif” […]

  • Perkuat Ukhuwwah, Guru dan Tenaga Kependidikan Se-Cisarua Gelar Halal Bi Halal untuk Tingkatkan Kualitas Diri dan Kembali Fitrah

    Perkuat Ukhuwwah, Guru dan Tenaga Kependidikan Se-Cisarua Gelar Halal Bi Halal untuk Tingkatkan Kualitas Diri dan Kembali Fitrah

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Tedy Indrajaya
    • visibility 127
    • 0Komentar

    BOGOR, Spotlight News Indonesia — Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sekolah Dasar se-Kecamatan Cisarua menggelar kegiatan Halal Bi Halal dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Kamis (2/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Jabal, Rest Area Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor ini mengusung tema “Mari bersama-sama perkuat Ukhuwwah, tingkatkan kualitas diri sebagai pendidik dan kembali fitrah.” […]

  • Salut! Kiprah Hoho Alkaf Bangun Desa Hingga Dipuji Kang Dedi Mulyadi

    Salut! Kiprah Hoho Alkaf Bangun Desa Hingga Dipuji Kang Dedi Mulyadi

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Arka Pradipta
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Spotlight News Indonesia – Sosok Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, tengah menjadi sorotan publik. Di balik penampilannya yang nyentrik dengan tato di tubuhnya, Hoho justru menunjukkan kepemimpinan yang visioner dan berdampak nyata bagi pembangunan desa. Keberhasilannya dalam mengelola potensi desa melalui pemanfaatan dana desa secara […]

  • Garuda Siap Menggila! Prediksi Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis

    Garuda Siap Menggila! Prediksi Indonesia vs Saint Kitts dan Nevis

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tedy Indrajaya
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Spotlight News Indonesia – Timnas Indonesia akan menghadapi Saint Kitts & Nevis dalam ajang FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) malam. Secara peringkat FIFA, Indonesia lebih unggul dengan posisi ke-121, sementara Saint Kitts & Nevis berada di peringkat ke-154. Meski demikian, tim tamu tetap berpotensi memberi kejutan. Laga ini juga […]

  • Survey Tingkat Kepuasaan Masyarakat Terhadap Kinerja Kabinet Merah Putih di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

    Survey Tingkat Kepuasaan Masyarakat Terhadap Kinerja Kabinet Merah Putih di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Jumlah Pengunjung : 111

  • Inspiratif! Gen Z Jadi Ketua RT di Jakut, Ini Perjalanannya

    Inspiratif! Gen Z Jadi Ketua RT di Jakut, Ini Perjalanannya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tedy Indrajaya
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Spotlight News Indonesia – Sosok Sahdan Arya Maulana (20) menjadi sorotan setelah terpilih sebagai Ketua RT 07 RW 08 Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Di usia muda, ia kini memimpin sekitar 700 warga dan 150 kepala keluarga. Meski sempat diragukan karena usianya, Sahdan berhasil memenangkan pemilihan dengan 126 suara dari total 160 pemilih, mengalahkan kandidat […]

expand_less