Kronologi Lengkap: Macan Tutul Berkeliaran di Tengah Permukiman Gunung Mas
- account_circle Arka Pradipta
- calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
- visibility 26
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOGOR, Spotlight News Indonesia — Warga Kampung Gunung Mas RT 02/02, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan kemunculan seekor macan tutul yang masuk ke area permukiman. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, (2/4/2026), sekitar pukul 21.25 WIB.
Kejadian bermula saat pemilik rumah, Sdr. Hadi, mendengar suara keras mencurigakan dari arah dapur rumahnya. Setelah diperiksa, diketahui bagian asbes dapur telah pecah dan seekor macan diduga terperosok saat mengejar ayam peliharaan.
Macan tersebut sempat kaget dan langsung melarikan diri. Menyadari adanya ancaman, Hadi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat. Warga bersama pengurus lingkungan kemudian melakukan ronda malam untuk memastikan keamanan wilayah.
Laporan juga diteruskan kepada Kepala Dusun 1 wilayah Gunung Mas, Sumarna Sulaeman. Keesokan harinya, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, dilakukan pengecekan ke lokasi dan ditemukan jejak macan di sekitar kandang ayam milik warga.
“Setelah kami cek, memang benar ada bekas jejak macan di kandang ayam warga,” ujar Sumarna Sulaeman, Kepala Dusun 1.
Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak dusun menginstruksikan pemasangan jerat atau jebakan di sekitar kandang ayam, mengantisipasi kemungkinan satwa tersebut kembali turun pada malam hari.
Benar saja, pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB, terdengar suara auman macan dari sekitar lokasi. Karena khawatir, pemilik rumah tidak berani mendekat dan memilih menunggu hingga pagi hari.
Saat dilakukan pengecekan keesokan harinya, warga menemukan seekor macan telah terjerat di sekitar kandang ayam. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Dusun dan pihak terkait.
Setelah dipastikan, satwa tersebut merupakan seekor macan tutul. Pihak dusun kemudian menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola Agrowisata/PTPN Gunung Mas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Desa Tugu Selatan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak Taman Safari Indonesia (TSI).
Tim gabungan dari BKSDA bersama dokter hewan dan paramedik akhirnya tiba di lokasi. Proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dengan menggunakan tembakan bius terhadap macan tutul tersebut.
Setelah satwa tersebut berhasil dilumpuhkan, macan kemudian dievakuasi ke penangkaran untuk dilakukan observasi dan pemantauan intensif oleh tim medis.
“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Saat ini kondisi macan tutul dalam keadaan stabil dan sedang dalam pengawasan tim medis,” ujar petugas di lokasi.
Tahapan selanjutnya, akan dilakukan koordinasi lanjutan bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.
Kepala Dusun 1 Gunung Mas, Sumarna Sulaeman, menegaskan komitmen warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami warga Gunung Mas berkomitmen menjaga keanekaragaman hayati di kawasan hutan Gunung Mas dan terus memberikan informasi terkait keberadaan satwa liar. Kami juga sudah menerapkan larangan berburu di wilayah ini,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses evakuasi berjalan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pawang hewan dari Taman Safari Indonesia.
Sementara itu, Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Widiana, menyampaikan bahwa kemunculan macan tutul tersebut diduga berasal dari kawasan hutan di sekitar Gunung Mas.
“Diperkirakan macan tutul itu turun dari hutan di sekitar kawasan Gunung Mas,” ujar Eko kepada wartawan.
“Macan tutul sempat menggegerkan warga karena turun hingga ke permukiman. Saat ini satwa tersebut sudah dibawa ke Taman Safari Indonesia untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.
- Penulis: Arka Pradipta

Saat ini belum ada komentar