Breaking News
light_mode
Beranda » Sosial » Kronologi Lengkap: Macan Tutul Berkeliaran di Tengah Permukiman Gunung Mas

Kronologi Lengkap: Macan Tutul Berkeliaran di Tengah Permukiman Gunung Mas

  • account_circle Arka Pradipta
  • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BOGOR, Spotlight News Indonesia — Warga Kampung Gunung Mas RT 02/02, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan kemunculan seekor macan tutul yang masuk ke area permukiman. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, (2/4/2026), sekitar pukul 21.25 WIB.

Kejadian bermula saat pemilik rumah, Sdr. Hadi, mendengar suara keras mencurigakan dari arah dapur rumahnya. Setelah diperiksa, diketahui bagian asbes dapur telah pecah dan seekor macan diduga terperosok saat mengejar ayam peliharaan.

Macan tersebut sempat kaget dan langsung melarikan diri. Menyadari adanya ancaman, Hadi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat. Warga bersama pengurus lingkungan kemudian melakukan ronda malam untuk memastikan keamanan wilayah.

Laporan juga diteruskan kepada Kepala Dusun 1 wilayah Gunung Mas, Sumarna Sulaeman. Keesokan harinya, Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, dilakukan pengecekan ke lokasi dan ditemukan jejak macan di sekitar kandang ayam milik warga.

“Setelah kami cek, memang benar ada bekas jejak macan di kandang ayam warga,” ujar Sumarna Sulaeman, Kepala Dusun 1.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak dusun menginstruksikan pemasangan jerat atau jebakan di sekitar kandang ayam, mengantisipasi kemungkinan satwa tersebut kembali turun pada malam hari.

Benar saja, pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB, terdengar suara auman macan dari sekitar lokasi. Karena khawatir, pemilik rumah tidak berani mendekat dan memilih menunggu hingga pagi hari.

Saat dilakukan pengecekan keesokan harinya, warga menemukan seekor macan telah terjerat di sekitar kandang ayam. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada Kepala Dusun dan pihak terkait.

Setelah dipastikan, satwa tersebut merupakan seekor macan tutul. Pihak dusun kemudian menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola Agrowisata/PTPN Gunung Mas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Desa Tugu Selatan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak Taman Safari Indonesia (TSI).

Tim gabungan dari BKSDA bersama dokter hewan dan paramedik akhirnya tiba di lokasi. Proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi dengan menggunakan tembakan bius terhadap macan tutul tersebut.

Setelah satwa tersebut berhasil dilumpuhkan, macan kemudian dievakuasi ke penangkaran untuk dilakukan observasi dan pemantauan intensif oleh tim medis.

“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Saat ini kondisi macan tutul dalam keadaan stabil dan sedang dalam pengawasan tim medis,” ujar petugas di lokasi.

Tahapan selanjutnya, akan dilakukan koordinasi lanjutan bersama Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.

Kepala Dusun 1 Gunung Mas, Sumarna Sulaeman, menegaskan komitmen warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami warga Gunung Mas berkomitmen menjaga keanekaragaman hayati di kawasan hutan Gunung Mas dan terus memberikan informasi terkait keberadaan satwa liar. Kami juga sudah menerapkan larangan berburu di wilayah ini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses evakuasi berjalan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pawang hewan dari Taman Safari Indonesia.

Sementara itu, Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Widiana, menyampaikan bahwa kemunculan macan tutul tersebut diduga berasal dari kawasan hutan di sekitar Gunung Mas.

“Diperkirakan macan tutul itu turun dari hutan di sekitar kawasan Gunung Mas,” ujar Eko kepada wartawan.

“Macan tutul sempat menggegerkan warga karena turun hingga ke permukiman. Saat ini satwa tersebut sudah dibawa ke Taman Safari Indonesia untuk penanganan lebih lanjut,” pungkasnya.

  • Penulis: Arka Pradipta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Santri Nasional 2026 di Cisarua, Heri Risnandar Ajak Pesantren Kuasai Teknologi

    Hari Santri Nasional 2026 di Cisarua, Heri Risnandar Ajak Pesantren Kuasai Teknologi

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle Deni A. H
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Spotlight News Indonesia- Camat Cisarua, Kabupaten Bogor, Heri Risnandar, mendorong pondok pesantren untuk terus berinovasi dengan mengembangkan teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan nilai-nilai agama serta akhlak mulia. Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas. Pesan tersebut disampaikan Heri saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan […]

  • Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan, Gejala Muncul Usai Konsumsi MBG

    Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan, Gejala Muncul Usai Konsumsi MBG

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Deni A. H
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Spotlight News Indonesia- Lebih dari 400 siswa dari tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami mual, muntah, hingga sakit perut pada Selasa (27/10/2026). Gangguan kesehatan tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) sehari sebelumnya. Kapolsek Dramaga, Iptu AM Zalukhu, mengatakan keluhan para siswa mulai muncul sekitar tengah malam setelah […]

  • Wakili Kabupaten Bogor, Desa Wisata Batulayang Berpeluang Tembus Tiga Besar Jawa Barat

    Wakili Kabupaten Bogor, Desa Wisata Batulayang Berpeluang Tembus Tiga Besar Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Deni A. H
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Spotlight News Indonesia- Desa Wisata Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, terus membuka peluang untuk melangkah ke tingkat nasional setelah berhasil menembus tujuh besar Lomba Desa Wisata Nusantara 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat. Senin, 26 Oktober 2026. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Desa Batulayang untuk bersaing memperebutkan tiga besar sekaligus memperjuangkan tiket sebagai wakil Jawa […]

  • Bidik Juara Umum Porprov Jabar 2026, Kabupaten Bogor Lepas 946 Atlet

    Bidik Juara Umum Porprov Jabar 2026, Kabupaten Bogor Lepas 946 Atlet

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • account_circle Deni A. H
    • visibility 16
    • 0Komentar

    BOGOR, SPOTLIGHT NEWS INDONESIA – Kabupaten Bogor membidik gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Berbekal hasil sebagai runner-up pada Porprov 2022, kontingen Kabupaten Bogor kini bersiap merebut posisi tertinggi dengan mengandalkan 946 atlet yang resmi dilepas untuk berlaga. Pelepasan kontingen dilakukan Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Ketua KONI Kabupaten […]

  • Perkuat Ukhuwwah, Guru dan Tenaga Kependidikan Se-Cisarua Gelar Halal Bi Halal untuk Tingkatkan Kualitas Diri dan Kembali Fitrah

    Perkuat Ukhuwwah, Guru dan Tenaga Kependidikan Se-Cisarua Gelar Halal Bi Halal untuk Tingkatkan Kualitas Diri dan Kembali Fitrah

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Tedy Indrajaya
    • visibility 301
    • 0Komentar

    BOGOR, Spotlight News Indonesia — Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Sekolah Dasar se-Kecamatan Cisarua menggelar kegiatan Halal Bi Halal dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Kamis (2/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Jabal, Rest Area Gunung Mas Puncak, Kabupaten Bogor ini mengusung tema “Mari bersama-sama perkuat Ukhuwwah, tingkatkan kualitas diri sebagai pendidik dan kembali fitrah.” […]

  • Pemerintah Batalkan Wacana Sekolah Daring April 2026

    Pemerintah Batalkan Wacana Sekolah Daring April 2026

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tedy Indrajaya
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Jakarta, Spotlight News Indonesia – Pemerintah memastikan rencana pembelajaran daring pada April 2026 tidak akan diterapkan. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kualitas pendidikan yang dinilai lebih optimal melalui pembelajaran tatap muka. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di […]

expand_less