Pemerintah Dorong Ekonomi 8% Lewat MBG dan Kopdes Merah Putih
- account_circle Tedy Indrajaya
- calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
- visibility 53
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Spotlight News Indonesia – Presiden Prabowo Subianto memasang target ambisius: pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus 8% pada 2029. Target ini jauh di atas capaian saat ini yang masih berada di kisaran 5%, dengan realisasi 5,11% sepanjang 2025.
Untuk mengejar lonjakan tersebut, pemerintah mulai mengandalkan program berbasis masyarakat yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli.
Salah satu program kunci adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak sekadar program sosial, MBG diposisikan sebagai “mesin ekonomi” baru yang menggerakkan sektor riil dari bawah.
Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 30 ribu hingga 31 ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Setiap unit diproyeksikan menyerap 50 tenaga kerja, dengan total potensi mencapai 1,5 juta orang.
“Kita akan punya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” tegas Prabowo.
Program ini diyakini mampu menciptakan efek berantai, mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan permintaan bahan pangan, hingga penguatan ekonomi lokal.
🧠 Sorotan Pengamat: Ambisi Besar, Ujian Implementasi
Pengamat ekonomi menilai langkah Prabowo cukup agresif, namun tidak lepas dari tantangan besar di lapangan.
“Program MBG punya dampak langsung ke penciptaan lapangan kerja. Tapi untuk mendorong ekonomi sampai 8%, tidak cukup hanya mengandalkan konsumsi—investasi dan produktivitas harus ikut digenjot,” ujar analis ekonomi.
Menurutnya, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi dan eksekusi di lapangan.
“Kuncinya ada di implementasi. Jika berjalan efektif, ini bisa jadi game changer. Tapi kalau tidak, dampaknya hanya jangka pendek dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan nasional.”
Penulis Tedy Indrajaya
Tedy Indrajaya adalah jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam meliput isu pemerintahan dan sosial. Ia dikenal dengan gaya penulisan yang tajam, akurat, dan berimbang, serta aktif mendorong praktik jurnalisme yang profesional dan terpercaya.

Saat ini belum ada komentar