Tren AI Meningkat di Indonesia, Gen Z Manfaatkan untuk Pembelajaran
- account_circle Tedy Indrajaya
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Spotlight News Indonesia — Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia terus meningkat, dengan mayoritas pengguna berasal dari generasi Z dan milenial. Namun, peningkatan ini belum diimbangi dengan literasi AI dan kesadaran keamanan data.
Berdasarkan Survei Internet APJII 2025 terhadap 8.700 responden, sebanyak 27,34 persen masyarakat telah menggunakan AI, naik dari 24,73 persen pada tahun sebelumnya. Generasi Z menjadi pengguna terbesar (43,7 persen), diikuti milenial (22,3 persen).
AI paling banyak dimanfaatkan untuk pembelajaran (43,98 persen), disusul hiburan (29,52 persen), asisten virtual (13,48 persen), dan produktivitas (12,37 persen).
Ketua Umum APJII, Muhammad Arif Angga, menyebut AI kini telah menjadi bagian dari aktivitas digital harian generasi muda. Namun, ia menekankan pentingnya peningkatan literasi agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami cara kerja dan risikonya.
Survei juga menunjukkan indeks literasi AI masih rendah di angka 49,96. Dari sisi keamanan, 24,89 persen responden pernah mengalami pencurian data, 22,12 persen terkena virus, dan 16,09 persen mengalami penipuan daring.
Pemerintah merespons dengan mulai memperkenalkan pelajaran koding dan AI di sekolah. Langkah ini bertujuan membekali siswa dengan kemampuan berpikir komputasional agar mampu menghadapi tantangan digital ke depan.
Penulis Tedy Indrajaya
Tedy Indrajaya adalah jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam meliput isu pemerintahan dan sosial. Ia dikenal dengan gaya penulisan yang tajam, akurat, dan berimbang, serta aktif mendorong praktik jurnalisme yang profesional dan terpercaya.

Saat ini belum ada komentar