Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan, Gejala Muncul Usai Konsumsi MBG
- account_circle Deni A. H
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan, Gejala Muncul Usai Konsumsi MBG
Spotlight News Indonesia- Lebih dari 400 siswa dari tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengalami mual, muntah, hingga sakit perut pada Selasa (27/10/2026). Gangguan kesehatan tersebut diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) sehari sebelumnya.
Kapolsek Dramaga, Iptu AM Zalukhu, mengatakan keluhan para siswa mulai muncul sekitar tengah malam setelah mereka mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan pada Senin (26/10/2026).
Gejala berlanjut hingga pagi hari. Sejumlah siswa kemudian mendatangi Puskesmas Cangkurawok untuk mendapatkan penanganan medis.
“Mereka makan MBG-nya kemarin, gejalanya baru terasa sekitar pukul 00.00 malam tadi, kemudian berlanjut sampai pagi, tidak sembuh-sembuh, akhirnya mereka semua berobat ke Puskesmas Cangkurawok,” kata Zalukhu saat dihubungi Bogorplus.id, Selasa (27/10/2026).
Menurut Zalukhu, jumlah siswa yang mengalami keluhan awalnya diperkirakan sekitar 200 orang. Namun, jumlah tersebut terus bertambah hingga lebih dari 400 siswa dan diperkirakan mendekati 500 orang.
Para siswa yang mengalami gejala tersebut berasal dari tiga sekolah, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, dan SMP Negeri 3 Dramaga.
“Awalnya sekitar 200, sekarang lebih dari 400, mau mendekati 500 siswa. Keluhannya mual, ada yang muntah dan sakit perut. Gejalanya sama dari tiga SMP, yaitu SMPN 1, 2, dan 3,” ujarnya.
Zalukhu menyebut makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Abah di Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan jenis menu yang dikonsumsi para siswa maupun faktor yang menyebabkan munculnya gangguan kesehatan tersebut.
Ia mengatakan informasi mengenai menu makanan masih perlu dipastikan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Untuk menunya belum bisa dipastikan. Saya harus memastikan dulu supaya tidak salah menyampaikan informasi,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti gejala mual, muntah, dan sakit perut yang dialami ratusan siswa tersebut belum diketahui.
Dugaan keterkaitan dengan konsumsi MBG masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah makanan tersebut menjadi penyebab langsung gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui faktor pemicu kejadian tersebut, termasuk memastikan jenis makanan yang dikonsumsi dan hasil pemeriksaan terhadap para siswa.
Perkembangan kondisi siswa serta hasil pemeriksaan pihak terkait diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kejadian yang melibatkan ratusan pelajar di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
- Penulis: Deni A. H

Saat ini belum ada komentar