Dayeuh Pajajaran Mulai Gerakkan Ekonomi Warga, UMKM Kampung Baru Karamat Tugu Selatan Ikut Tumbuh
- account_circle Deni A. H
- calendar_month Senin, 26 Okt 2026
- visibility 327
- comment 0 komentar
- print Cetak

Spotlight News Indonesia- Pengembangan kawasan Dayeuh Pajajaran di Kampung Baru Karamat, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mulai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Kendati pembangunan masih berjalan, kehadiran pengunjung mulai memberikan dampak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan tersebut.
Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Windiana, menyampaikan bahwa pembangunan Dayeuh Pajajaran memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian warga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal. Hal itu disampaikannya pada Senin (26/10/2026).
Menurut Eko, pemilihan Kampung Baru Karamat sebagai lokasi pengembangan dinilai tepat karena berada di jalur alternatif yang kerap dilintasi wisatawan dari kawasan Gunung Mas menuju Jakarta.
Posisi tersebut dinilai dapat menjadi peluang untuk menarik wisatawan agar singgah, menikmati suasana kampung, sekaligus berbelanja produk yang ditawarkan masyarakat.
Eko menjelaskan, meski kawasan tersebut belum selesai dibangun, sejumlah pelaku UMKM sudah mulai menjalankan usahanya dan melayani pengunjung yang berdatangan.
“Alhamdulillah, meskipun pembangunannya belum selesai, UMKM sudah mulai berjalan dengan baik. Pengunjung juga mulai berdatangan dan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Desa Tugu Selatan berharap Dayeuh Pajajaran dapat berkembang menjadi kawasan wisata yang turut menggerakkan usaha masyarakat. Pengembangan ini juga diharapkan mampu memperkuat potensi kuliner lokal agar semakin dikenal oleh wisatawan yang berkunjung ke wilayah Puncak.
Tidak hanya mengandalkan lokasi yang strategis, Kampung Baru Karamat juga memiliki kekayaan tradisi yang berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Salah satunya adalah tradisi tahunan Rebo Wekasan yang menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat setempat.
Eko berharap keberadaan Dayeuh Pajajaran dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas Kampung Baru Karamat melalui perpaduan kegiatan budaya, produk UMKM, dan kearifan lokal.
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk memperkenalkan tradisi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari potensi yang dimiliki kampung.
“Dayeuh Pajajaran ini akan menjadi identitas tersendiri bagi Kampung Baru Karamat. Agenda budayanya ada, UMKM-nya ada, dan kearifan lokal masyarakat juga bisa semakin terangkat ketika semakin banyak pengunjung datang,” katanya.
Dengan demikian, wisatawan nantinya tidak hanya datang untuk menikmati kawasan, tetapi juga dapat mengenal kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Pengembangan Dayeuh Pajajaran juga diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan kampung yang bersih dan tertata. Pemerintah desa mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah serta penataan kawasan agar semakin nyaman bagi warga maupun wisatawan.
Sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan diharapkan dapat dikelola menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan produktif berbasis lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, Kampung Baru Karamat diharapkan mampu mengembangkan potensi wisata tanpa mengabaikan kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Eko mengungkapkan, keinginan membangun Kampung Baru Karamat sebagai kawasan yang berwawasan lingkungan dan tetap menjaga kearifan lokal telah menjadi cita-citanya sejak 2013.
Ia menilai, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh lapisan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas.
“Ekonominya meningkat dan masyarakatnya semakin inovatif. Karena itu, kekompakan sangat diperlukan. Masyarakat Baru Karamat harus bersatu membangun kampungnya agar kesejahteraan warga meningkat secara signifikan,” ungkapnya.
Respons positif terhadap pembangunan Dayeuh Pajajaran juga datang dari pengunjung yang berwisata ke kawasan Puncak.
Marni, wisatawan asal Depok yang berkunjung bersama keluarganya, menilai pengembangan kawasan tersebut berpotensi menambah pilihan destinasi wisata di Kabupaten Bogor. Ia melihat program yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu memiliki peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan apabila terus dikembangkan.
Sementara itu, Nena, pelaku UMKM di Kampung Baru Karamat, mengaku terbantu dengan mulai hadirnya pengunjung di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung.
Ia menyebutkan, pengunjung yang datang untuk melihat perkembangan kawasan turut membeli makanan dan minuman yang dijual di kiosnya.
Bagi pelaku usaha setempat, peningkatan kunjungan tersebut menjadi peluang untuk mengembangkan perdagangan dan meningkatkan pendapatan seiring dengan perkembangan kawasan Dayeuh Pajajaran.
- Penulis: Deni A. H

Saat ini belum ada komentar