Fadli Zon Dorong Seniman Padukan Tradisi dan Teknologi, Rupakakala 2026 Hadir di Bogor
- account_circle Deni A. H
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri Pekan Seni Media (PSM) Rupakakala 2026 di Kabupaten Bogor, Selasa (27/10/2026).
Spotlight News Indonesia- Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mendorong para seniman untuk memperluas eksplorasi karya dengan memadukan seni tradisional dan teknologi modern. Menurutnya, perkembangan zaman harus menjadi peluang bagi seniman untuk menghadirkan ekspresi kreatif tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Fadli Zon dalam Pekan Seni Media (PSM) Rupakakala 2026 yang digelar di Kabupaten Bogor, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi seniman lintas generasi untuk mengeksplorasi berbagai medium seni, mulai dari video, suara, dan wastra hingga material alam seperti tanah dan batu.
Rupakakala 2026 menghadirkan seniman bertaraf internasional serta pelaku seni dari berbagai daerah, di antaranya Bogor, Bandung, dan Jakarta. Perpaduan karya tersebut memperlihatkan bagaimana seni dapat berkembang melalui pertemuan tradisi, kreativitas, dan inovasi teknologi.
Fadli menilai, seni tidak seharusnya terpaku pada medium konvensional. Pemanfaatan teknologi justru membuka peluang lebih luas bagi seniman untuk menciptakan karya yang mampu menjawab dinamika perubahan zaman.
“Ekspresi seni harus mengikuti perkembangan zaman, tradisi dan seni kontemporer bisa dipadukan melalui dialog kreatif, tanpa kehilangan akar budaya Indonesia,” kata Fadli kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, kekayaan budaya Nusantara dapat dihadirkan melalui beragam bentuk ekspresi. Seni tidak hanya terbatas pada lukisan dan patung, tetapi juga dapat diwujudkan melalui eksplorasi media digital, bunyi, tekstil, serta berbagai material yang berasal dari alam.
“Kekayaan budaya kita bisa diekspresikan melalui banyak medium, mulai dari wastra, video, suara, hingga material alam, ini membuktikan budaya Indonesia punya ruang luas untuk terus dikembangkan,” jelasnya.
Melalui Rupakakala 2026, kolaborasi lintas generasi dan eksplorasi berbagai medium diharapkan dapat memperluas perspektif seniman dalam mengembangkan karya. Dialog antara tradisi dan teknologi juga menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga keberlanjutan budaya di tengah perubahan ekosistem seni kontemporer.
Setelah penyelenggaraan di Kabupaten Bogor, Rupakakala 2026 direncanakan berlanjut ke Indarung Heritage Society di Sumatera Barat dan Pontianak, Kalimantan Barat.
Pameran Rupakakala 2026 di Kabupaten Bogor dijadwalkan berlangsung hingga 1 November 2026, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat perkembangan seni media yang mempertemukan warisan budaya dengan pendekatan kreatif masa kini.
- Penulis: Deni A. H

Saat ini belum ada komentar