112 Siswa Diduga Keracunan MBG di Cisarua Dipulangkan, Satu Siswi Masih Dirawat
- account_circle Deni A. H
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 51
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Spotlight News Indonesia- Sebanyak 112 siswa yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua, Kabupaten Bogor, akibat dugaan keracunan terkait konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah diperbolehkan pulang pada Rabu (21/10/2026) malam. Sementara itu, satu siswi masih menjalani perawatan medis karena memiliki penyakit penyerta.
Camat Cisarua, Heri Risnandar, menyampaikan bahwa hingga pukul 22.00 WIB pada Rabu malam, dari total 113 siswa yang mendapatkan penanganan di RSPG Cisarua, hanya satu orang yang masih dirawat.
“Alhamdulillah, pukul 22.00 WIB, dari seluruh siswa yang ditangani di RSPG Cisarua sebanyak 113 orang, sebanyak 112 siswa dan siswi sudah bisa pulang. Tinggal satu siswi atas nama Nadya yang masih dirawat sampai hari ini,” ujar Heri, Kamis (22/10/2026).
Menurut Heri, kondisi Nadya menunjukkan perkembangan yang positif. Siswi tersebut telah dipindahkan ke ruang perawatan Mawar untuk melanjutkan penanganan medis, terutama terkait penyakit penyerta yang dialaminya.
Dari total 113 pasien tersebut, sebanyak 112 orang merupakan siswa SMP, sedangkan satu pasien lainnya merupakan siswa sekolah dasar (SD). Siswa SD tersebut diduga mengonsumsi susu dari sumber yang sama.
Heri juga memastikan bahwa hingga Rabu malam pukul 22.00 WIB, tidak terdapat penambahan pasien dari SD Leuwimalang. Para siswa yang sebelumnya menjalani perawatan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan pengobatan dan penanganan medis.
“Alhamdulillah, sampai pukul 22.00 WIB tidak ada penambahan korban dari SD Leuwimalang. Malam itu juga siswa dan siswi yang sudah mendapatkan perawatan serta pengobatan diperbolehkan pulang. Jadi, hari ini tinggal satu siswi yang masih dirawat,” katanya.
Heri mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam menangani para siswa yang mengalami gangguan kesehatan tersebut. Pihak yang terlibat meliputi petugas puskesmas, tim medis RSPG Cisarua, RSUD Ciawi, serta pemerintah desa yang mengerahkan mobil siaga untuk membantu proses evakuasi.
Menurutnya, koordinasi dan respons cepat dari seluruh pihak sangat membantu mempercepat proses evakuasi sehingga para siswa dapat segera memperoleh penanganan medis.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran, teman-teman dari puskesmas, RSPG, RS Ciawi, serta para kepala desa yang sudah mengerahkan mobil siaganya untuk membantu evakuasi secara cepat, sehingga para siswa bisa segera ditangani. Alhamdulillah, penanganannya berjalan optimal,” ungkap Heri.
Pemerintah Kecamatan Cisarua berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas belajar seperti biasa.
Heri juga berharap kondisi Nadya terus membaik sehingga dapat segera menyelesaikan perawatan dan kembali berkumpul bersama keluarga.
Hingga Kamis (22/10/2026), berdasarkan keterangan Camat Cisarua, sebanyak 112 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara satu siswi masih menjalani perawatan di RSPG Cisarua.
Adapun penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang. Karena itu, dugaan keterkaitan dengan konsumsi dalam program MBG perlu dibedakan dari kesimpulan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan para siswa.
- Penulis: Deni A. H

Saat ini belum ada komentar