SDN Sampay 01 Cisarua Raih Juara Utama 3 LKBB Merpati Season 3 Tingkat Pulau Jawa, Kepala Sekolah: Ini Hasil Kerja Keras Bersama
- account_circle Deni A. H
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- visibility 127
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim Paskibra SDN Sampay 01 Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, berhasil meraih Juara Utama 3 dalam ajang Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) Merpati Season 3 tingkat SD/SMP/SMA sederajat se-Pulau Jawa kategori Open, Minggu (25/10/2026), di SMPN 3 Gunung Sindur.
BOGOR, SPOTLIGHT NEWS INDONESIA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Negeri Sampay 01, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Tim Paskibra Meraki Raksa tersebut berhasil meraih Juara Utama 3 dalam ajang Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) Merpati Season 3 tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat se-Pulau Jawa kategori Open, yang diselenggarakan pada Minggu, (25/10/2026), bertempat di SMP Negeri 3 Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Tidak hanya meraih Juara Utama 3, kontingen SDN Sampay 01 juga berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan dalam kategori penilaian lainnya, yakni Juara Make Up Terbaik 2, Juara PBB Murni Terbaik 3, Juara Variasi dan Formasi Terbaik 3, serta Juara Kostum Terbaik 2.
Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SDN Sampay 01. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta kepercayaan diri peserta didik sejak usia sekolah dasar.
Kepala SDN Sampay 01, Ahmad Nurdin, S.Pd.SD., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para siswa. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dan dukungan berbagai pihak, bukan semata-mata perjuangan para peserta lomba.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga sekali. Prestasi Juara Utama 3 LKBB ini adalah hasil kerja keras, bukan hanya siswa, tetapi juga guru pembimbing atau pelatih, orang tua, dan seluruh warga sekolah SDN Sampay 01. Ini membuktikan bahwa dengan disiplin latihan yang konsisten dan semangat pantang menyerah, anak-anak dapat bersaing dan berprestasi. Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka,” ungkap Ahmad Nurdin.
Ia menilai bahwa keberhasilan dalam perlombaan tidak hanya diukur dari piala dan penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari nilai-nilai pendidikan karakter yang terbentuk selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Menurutnya, para siswa belajar menerapkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam membagi waktu antara kegiatan belajar dan latihan. Mereka juga memahami pentingnya kerja sama, kekompakan, sportivitas, serta keberanian untuk tampil dan menghargai peserta lain.
“Inilah pendidikan karakter yang sebenarnya, yang tidak hanya didapat di dalam kelas,” tambahnya.
Ahmad Nurdin berharap pencapaian tersebut tidak menjadi akhir dari perjalanan prestasi siswa, melainkan menjadi langkah awal untuk meraih keberhasilan yang lebih besar pada masa mendatang.
“Harapan saya, prestasi ini jangan menjadi akhir, tapi menjadi awal dan motivasi bagi adik-adik kelasnya untuk terus berani bermimpi dan berprestasi. Ke depan, kami berharap SDN Sampay 01 tidak hanya unggul di satu bidang, tetapi juga di bidang akademik dan nonakademik, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung potensi peserta didik melalui pembinaan, fasilitasi kegiatan, dan penciptaan lingkungan belajar yang positif.
Latihan Empat Bulan, Bangun Kekompakan dan Mental Bertanding
Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses latihan yang membutuhkan waktu, kedisiplinan, dan komitmen bersama. Tim pelatih Paskibra SDN Sampay 01, Abdulah Syukarsa dan Rima Nabila Agustin, menjelaskan bahwa persiapan tim dilakukan selama kurang lebih empat bulan.
Dari total 13 siswa yang tergabung dalam pasukan, sebagian telah memiliki pengalaman mengikuti perlombaan sebelumnya, sementara sebagian lainnya masih tergolong pemula dalam kegiatan Paskibra. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih dalam menyusun pola latihan yang sesuai dengan kemampuan peserta didik.
“Proses latihan yang dilalui pelatih dan pasukan tidak sebentar. Kami membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk mengasah ketajaman gerakan, intuisi, kekompakan, fisik, dan kemampuan memprediksi gerakan. Itu merupakan hal yang cukup berat bagi seorang pelatih, terutama dalam menanamkan pemahaman kepada pasukan yang masih duduk di bangku sekolah dasar,” jelas Abdul.
Ia menerangkan bahwa tahapan latihan dimulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dasar dalam formasi statis, kemudian dilanjutkan dengan gerakan dinamis. Setelah kemampuan dasar terbentuk, pelatih menyusun kreasi variasi dan formasi untuk memperkuat penampilan tim dalam perlombaan.
Menurut Abdul, proses pembinaan siswa sekolah dasar memerlukan pendekatan khusus. Latihan harus tetap terarah dan disiplin, tetapi tidak boleh mengabaikan kondisi fisik, kesehatan, serta kebutuhan peserta didik.
Selain proses latihan, tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan waktu akibat aktivitas siswa dan pelatih. Dukungan serta izin orang tua juga menjadi faktor penting, terutama ketika siswa berhalangan mengikuti latihan karena kondisi kesehatan atau kendala transportasi.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Abdul menilai kegigihan dan perubahan sikap para siswa menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan tim.
“Faktor utama adalah kegigihan siswa dan pematangan sikap mereka yang dibentuk sejak awal, termasuk prinsip, motivasi, dan tanggung jawab dalam melaksanakan lomba,” ujarnya.
Apresiasi Orang Tua dan Harapan untuk Generasi Berprestasi
Bagi Abdul, kebahagiaan atas prestasi tersebut tidak hanya berasal dari penghargaan yang berhasil diraih, tetapi juga dari perubahan positif yang terlihat pada siswa dan dukungan keluarga mereka.
Ia mengaku senang sekaligus terharu melihat anak didiknya mampu meraih prestasi dalam kompetisi tingkat Pulau Jawa kategori Open. Kehadiran orang tua untuk menyaksikan langsung penampilan anak-anak mereka serta respons positif terhadap kegiatan Paskibra menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama proses pembinaan.
Abdul berharap kegiatan Paskibra SDN Sampay 01 dapat terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang tangguh, memiliki semangat juang, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Ia juga menyampaikan pesan motivasi yang selama ini diberikan kepada para anggota pasukan agar tetap berani menghadapi tantangan dan tidak mudah kehilangan semangat ketika menghadapi kegagalan.
“Ketika tak memiliki jalan untuk mundur, maka maju adalah pilihan terbaik, walaupun kamu harus terluka, karena terkadang dengan luka kamu bisa melewati kesakitan lainnya,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan keberanian, kedisiplinan, ketekunan, dan kerja sama.
Keberhasilan SDN Sampay 01 meraih Juara Utama 3 beserta sejumlah penghargaan kategori dalam LKBB Merpati Season 3 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri, baik melalui kegiatan akademik maupun nonakademik.
Prestasi ini juga menjadi momentum bagi sekolah, guru, pelatih, orang tua, dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
- Penulis: Deni A. H

Saat ini belum ada komentar